Paytren Jogja, Bisnis Syariah Berbeda Dengan MLM Biasa

Paytren Jogja, Bisnis Syariah Berbeda Dengan MLM Biasa

Pada masa kini, Paytren jogja menjadi salah satu lahan bisnis yang diminati banyak orang. Bisnis ini pun menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia. Penggunaan Paytren bahkan juga sudah sampai Malaysia.

Jika ingin memiliki bisnis yang oke, maka Anda bisa bergabung dengan Paytren Jogja. Bisnis yang dengan syariat Islam, namun tetap menguntungkan.

Apakah Paytren Jogja itu Sama dengan MLM?

Salah satu aplikasi bisnis yang sudah dipercaya penggunannya beberapa tahun terakhir adalah Paytren Jogja. Seiring dengan perkembangan zaman, strategi model pemasaran yang sudah mulai banyak diterapkan adalah MLM. Hal yang satu ini dinilai bisa meningkatkan hasil penjualan, demi mendapatkan keuntungan dengan jumlah tertentu.

MLM sendiri akan memberikan keuntungan untuk penggunanya. Keuntungan itu bisa terus meningkat untuk para anggotanya dan akan mendapatkan tambahan atau bonus jika mereka berhasil mengajak orang lain untuk bergabung bersama. Hal yang sama juga diterapkan oleh Paytren, namun dengan metode yang berbeda.

Paytren sendiri adalah aplikasi yang dibuat oleh Ustadz Yusuf Mansur dengan sistem yang terkenal sesuai syariat Islam. Ada banyak orang yang sudah bergabung dengan Paytren Jogja. Paytren sendiri mirip seperti MLM, akan tetapi, Paytren tidak seperti kebanyakan MLM pada umumnya. Anda bisa merasakan dan melihat perbedaan antara keduanya.

Apa Bedanya Paytren Jogja dengan MLM Kebanyakan?

Setelah mengetahui bahwa Paytren Jogja mirip MLM, maka ada baiknya Anda pun mengetahui apa saja hal yang membedakan keduanya. Jika mengetahui perbedaan antara kedua hal itu, maka Anda lebih mudah untuk memahami seperti apa Paytren itu sebenarnya, terlebih pada bagian sistem secara umum yang digunakan oleh tiap anggota yang bergabung.

1. Sistem

Jika kita melihat dari segi sistem, Paytren Jogja menggunakan sistem syariah. Ada kajian, proses, sampai evaluasi yang diberikan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang diajukan dengan melalui (DSN) Dewan Syariah Nasional agar memenuhi ketentuan syariah, sehingga Paytren hukumnya halal.

2. Target Pengumpulan Poin

Pada aplikasi yang satu ini, tak ada pengumpulan poin yang dijadikan target untuk setiap anggota demi mendapat sejumlah keuntungan tertentu. Hal ini pun tak akan memberatkan anggota yang bergabung dengan Paytren Jogja. Hal ini jelas berbeda dengan MLM yang menerapkan sistem poin untuk mendapatkan keuntungan. Tiap anggota hanya diberi syarat untuk melakukan transaksi minimal sekali dalam sebulan menggunakan Paytren untuk anggota. Jika menjadi Mitra bisnis, saat bergabung minimal dapat menjualkan 2 paket lisensi Paytren tanpa ada batas waktu.

3. Komisi

Bila berhasil menjual produk Paytren Jogja, maka ada sejumlah reward, komisi, royalti cashback, bonus, sampai berbagai macam penghargaan lainnya yang akan memberi keuntungan untuk mitranya. Hal ini pun akan terasa lebih ringan jika kita bandingkan dengan MLM yang menerapkan sistem tutup poin.

Setelah mengetahui perbedaan antara Paytren Jogja dan MLM pada umunya, maka sudah jelas bahwa faktor pembeda ini bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan. Anda bisa bekerja sesuai dengan keinginan dan harapan dalam bidang serupa. Jika tak ingin bekerja dibawah tekanan tertentu dan khawatir tak mencapai target, Paytren adalah solusi terbaik.